SpiritPerantau.com II Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII) kembali melakukan pembekalan dan mendoakan para bakal calon anggota legislatif yang beragama kristiani pada Rabu (2/8/2023) yang lalu.
Bembekalan dan doa pengutusan tersebut menjadi salah satu acara penting dalam Konsultasi Nasional (Konas) dan Perayaan HUT ke-52 PGLII yang digelar Rabu hingga Kamis (2-3/8/2023) yang lalu di MDC Hall, Wisma 76, Jakarta Barat. Puluhan bacaleg lintas partai hadir dan didoakan oleh para pendeta dan pimpinan gereja yang berasal dari seluruh Indonesia.
Menurut Ketua Panitia Konas dan HUT PGLII ke-52 Deddy A. Madong, SH,MH., doa dan pengutusan ini sudah biasa dilakukan PGLII jelang Pemilu. Pengacara senior dan juga salah seorang Ketua PGLII ini menjelaskan bahwa dalam kesempatan tersebut, para bacaleg tidak hanya dibekali dengan ayat-ayat Firman Tuhan dan nilai-nilai kristiani, tapi juga didoakan dan diutus.
“Secara seremonial kita berikan mereka Alkitab. Mereka didoakan secara bersama-sama oleh para Hamba Tuhan dan pemimpin gereja. Ada atmosfir yang berbeda sekali ketika para pemimpin mereka membekali, mendoakan dan mengutus mereka,” katanya.
Melalui gelaran acara ini, PGLII berharap para bacaleg bisa sungguh-sungguh menghayati panggilannya sebagai utusan Tuhan untuk menjadi garam, terang dan berkat di tengah masyarakat dan bangsa.

Ketua Umum PGLII Pdt. DR. Ronny Mandang mengharapkan agar para Bacaleg dapat berinteraksi dengan peserta Konas. Hal itu merupakan bentuk dukungan PGLII bagi mereka yang berkarya pelayanan dalam bidang politik, dengan catatan bahwa PGLIl sebagai Persekutuan, bukanlah alat politik.
Ia juga berharap agar para bacaleg selalu mengedepankan kerukunan, tidak saling menjelekkan satu sama lain dan mengedepankan kontestasi Pemilu 2024 yang bermartabat. (Paul MG).
Be the first to comment