SpiritPerantau.com || Ingat rumah atau kampung halaman, lumrah bagi perantau, apalagi perantau pemula. Beruntung, teknologi modern telah menyediakan banyak peluang untuk mengobati “homesickness” tersebut. Melalui aplikasi whatsapp, misalnya kita dapat videocall-an dengan keluarga di mana pun dengan biaya yang sangat terjangkau.
Kemudahan ini memang jadi privelese generasi sekarang dan mendatang. Pada satu sampai beberapa dekade ke belakang, perantau hanya bisa meluapkan rasa rindunya itu melalui surat-menyurat, memajangkan foto orang-orang terkasih di meja belajar atau dinding kamar.
“Kalau rindu kampung halaman, saya biasanya keluar kamar. Lalu menatap langit. Dengan melihat langit, saya merasa seperti berjumpa dengan keluarga saya di kampung halaman,” kata Markus, mengungkap kiat melepas rindu kampung halamanya. Tiga puluh tahun lalu, Markus indekos di sebuah kamar yang berada di lantai dua. Di depan kamarnya ada pendopo yang sangat luas. Dari situ dia dapat menatap langit tanpa penghalang.
Fokus pada tujuan
Meski bisa terobati melalui perangkat teknologi yang kian canggih, kerinduan untuk berkumpul secara fisik dengan keluarga tetap tak terpuaskan. Lalu bagaimana cara mengatasinya?
Tak ada cara lain, selain kembali ke kampung halaman.Tapi bila perjalanan ke kampung halaman itu sangat jauh, tentu saja memakan biaya yang sangat besar. Juga waktu yang panjang. Belum lagi harus mengorbankan kegiatan rutin, seperti belajar untuk mahasiswa dan kerjaan atau proyek untuk karyawan atau pekerja.
Nah, kerinduan untuk berjumpa fisik, memang tak bisa terpenuhi kecuali kalau dia kembali ke kampung halaman. Tapi kita bisa menyiasatinya. Salah satunya dengan memfokuskan pikiran pada cita-cita atau tujuan awal Anda merantau. Tanamkan dalam hati dan pikiran bahwa Anda harus sukses menggapai cita-cita.
Fokus pada cita-cita dan pekerjaan Anda niscaya akan mengurangi sedikit kerinduan yang semakin menyesakkan dada.
Siasat lainnya adalah berbaur dengan tetangga kost atau tetangga rumah, beradaptasi dengan lingkungan sekitar, berorganisasi, dan melaksanakan hobi atau kesenangan.
Terakhir, buatlah jadual yang pasti untuk kembali ke kampung halaman dalam waktu tertentu. Ini bisa memotivasi agar tetap fokus dan bersemagat untuk melakukan aktivitas di perantauan. (SP-01)
Be the first to comment