SpiritPerantau.com II Mantan Bupati Tapanuli Utara dua periode (2014-2024) Dr. Drs Nikson Nababan M.Si berikhtiar bulat memajukan Sumatera Utara dengan tagline “Desa Kuat – Kota Maju – Sumatera Utara Hebat”. Sebagai langkah awal, ia telah mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Gubernur Sumatera Utara dari PDI-P pada 6 Maret 2024 silam dan terus melakukan sosialisasi.
Pada Senin (27/5/2024) yang lalu, digelar talkshow bersama para jurnalis yang terhimpun dalam Persatuan Media Kristiani Indonesia (Perwamki), di Media Center PGI, Jakarta. Kepada para wartawan, Doktor Ilmu Pemerintahan dari Sekolah Pasca Sarjana Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), ini memaparkan prestasinya sebagai memimpin Tapanuli Utara selama dua periode dan rencananya untuk membangun Sumatera Utara yang lebih baik.
Terkait legacy yang ditinggalkan di Kabupaten Tapanuli Utara, ia menyebut beberapa perkembangan, antara lain kehadiran Bandara Silangit, dan terutama terwujudnya desa merdeka yang ditandai dengan kecukupan pangan, perputaran ekonomi yang berjalan baik dan aliran listrik yang stabil.
“Terakhir saya tinggal, jumlah penduduk Taput bertambah, kemiskinan dan pengangguran berkurang, perputaran ekonomi semakin baik,” ujar Nikson mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS).
Dalam disertasi doktoralnya berjudul “Perencanaan Pembangunan Berbasis Data Desa Presisi di Kabupaten Tapanuli Utara Provinsi Sumatera Utara” Nikson mengungkap jurus keberhasilannya memimpin Taput. Ia juga menawarkan pendekatan pembangunan NIKSON (needs, innovation, knowledge, synergy, operation and norm) dalam perencanaan pembangunan daerah berbasis data presisi.
Model pembangunan yang diterapkan dan berhasil di Taput akan ditingkatkan dan dijadikan model pembangunan Sumatera Utara, bila terpilih nanti. Strategi yang ditempuh adalah buttom up, dari bawah ke atas. Karena itu, desa tetap menjadi fokus utama pembangunan. Upaya untuk menciptakan desa merdeka atau desa cerdas (smart village) akan terus digalakkan.
Ia juga bertekad untuk menciptakan pemerintahan yang bersih. Bebas korupsi, nepotisme dan adil. Ia mengharamkan terjadinya jual beli jabatan. “Tidak ada setoran uang apapun untuk menduduki jabatan,” katanya.

Delapan program dasar
Seperti saat memimpin Tapanuli Utara, ia juga akan memberikan perhatian kepada 8 program dasar bila ia dipercaya memimpin Sumatera Utara dalam kontestasi Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) pada 27 November 2024 yang akan datang.
Pertama, pembangunan infrastruktur jalan yang berarti membangun konektivitas antar desa, dan juga kota untuk memperlancar lalulintas ekonomi.
“Kalau tidak ada jalur, kekayaan alam suatu desa tidak akan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Program dasar kedua adalah pembangunan sektor pertanian, bukan dengan pendekatan tani tradisional, tapi modernisasi pertanian melalui mekanisasi dan hilirisasi.
“Berbarengan dengan pertumbuhan penduduk, lahan tentu akan berkurang. Maka itu harus digencarkan mekanisasi pertanian. Jangan sampai kita import besar, sementara potensi untuk surplus beras sebetulnya ada,” ujarnya.
Sektor kesehatan menjadi program dasar ketiga yang akan dia garap. Terutama dengan penyebaran Pusas Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang harus melayani selama 24 jam. Juga pembangunan rumah sakit berkualitas dan bertaraf internasional di wilayah Provinsi Sumatera Utara.
“Selama ini ‘kan banyak masyarakat Sumatera Utara yang berobat ke Penang, Malaysia untuk mengobati penyakit mereka. Kita berharap, nanti mereka berobat dan sembuh total di rumah sakit-rumah sakit kita,” katanya.
Program keempat adalah pembenahan Perkebunan yang bertebaran di Sumatera Utara. Berikut kelautan, baik dari aspek keindahan laut, ekosistem, maupun kesehatan laut. Terkait keindahan laut, Nikson mengacu pada Labuan Bajo yang telah menjadi pilot project nasional pengembangan wisata kelautan di Indonesia.
Keenam, pembenahan sistem pertanahan, terkait tanah ulayat, hutan industry, maupun lahan pertanian. Harus dipastikan bahwa setiap petani menggarap di tanahnya sendiri. Kedelapan, pendidikan.
Program dasar sekaligus strategis berikutnya adalah pengembangan pendidikan. Dan ketujuh, pengembangan kehidupan beragama yang inklusif.

Selendang dan buku PERWAMKI
Setelah pemaparan visi, dilanjutkan pemberian selendang bermotif Batak kepada Bacagub Sumatera Utara yang mantan wartawan ini oleh Ketua PERWAMKI Stevano Margianto dan buku Jurnalisme Kristiani oleh salah seorang Pembina PERWAMKI Pdt. Dr. Japarlin Marbun, S.Pd.K., M.Pd. (Paul MG).
Be the first to comment