JAKARTA,SpiritPerantau.com II Menyebut kata Es Krim, tentu tidak asing terdengar di telinga. Jenis kudapan dingin dan beku yang berasal dari campuran susu dan buah-buahan ini sangat digemari oleh semua kalangan, mulai anak-anak, remaja sampai dewasa.
Menyusuri trotoar jalanan Cikini Raya, Jakarta Pusat ada sebuah tempat yang menjual salah satu es krim legendaris di Kota Jakarta, bernama Es Krim Tjanang.
Tidak ada etalase atau nama toko, di sudut ruangan lobby Hotel Cikini, hanya terdapat sebuah kotak pendingin minuman beku (freezer-red) berukuran 1×1 meter persegi. Sementara di atasnya berjajar rapi dua foto jaman dulu yang berisi foto pendiri Es Krim Tjanang dan toko Tjan Njan tempat pertama kali Es Krim Tjanang dijual.

Walaupun terkesan sangat sederhana, namun menurut salah seorang pegawai resepsionis Hotel Cikini, di hari biasa, tak kurang 15 sampai 20 orang yang sengaja datang untuk menikmati lezatnya es krim yang telah berusia 75 tahun ini. Bila hari weekend atau libur nasional, jumlahnya bisa bertambah hingga 30 sampai 40 orang.
Tidaklah sulit untuk membeli satu cup es krim, setelah melihat daftar menu es krim yang dijual. Pengunjung bisa menghubungi pegawai hotel di belakang meja resepsionis. Mereka dengan senang hati akan membuka freezer yang terkunci untuk mengambil cup es krim sesuai dengan pesanan dan bisa langsung dibayar melalui uang tunai atau Qris.
Berbagai varian rasa yang dijual, di antaranya coklat, vanilla, kacang hijau alpukat, malaga dan kopyor. Harganya pun relatif terjangkau mulai dari 15 ribu untuk ukuran cup kecil sampai 100 ribu untuk ukuran satu liter.
Dari 1951
Es Krim Tjanang didirikan oleh Lie Sim Fie pada tahun 1951. Ia merantau ke Jakarta dari daratan Tiongkok pada awal tahun 1940an.

Awalnya Lie Sim Fie hanya bekerja sebagai pegawai di sebuah toko kelontong milik kakaknya. Mulanya Lie Sim Fie tidak memiliki keahlian dalam pembuatan es krim namun kebiasaannya untuk coba-coba mencampur Fanta merah dengan susu ditambah es serut ini, ternyata dirasakan enak dan cocok di lidah oleh banyak orang.
Di toko Tjan Njan Lie Sim Fie mulai memproduksi aneka jenis varian es krim yang banyak dinikmati warga Jakarta kala itu. Dan berkembang menjadi salah satu nama toko es krim terkenal di masanya.
Namun seiring bertambahnya waktu, banyak perusahaan dengan produksi es krim dalam jumlah besar dan berbagai bentuk serta rasa berbeda menyebabkan Es Krim Tjanang sulit bersaing. Sehingga pada tahun 1991, Lie Sim Fie sengaja menutup tokonya. Dan es krim buatannya hanya dititipkan di restoran atau warung.
Kini nama toko Tjan Njan hanya tinggal kenangan berubah menjadi Hotel Cikini. Dan di tempat inilah Es Krim Tjanang tetap dijual hingga saat ini. Masih banyaknya pelanggan yang mencintai Es Krim Tjanang, menyebabkan es krim yang dibuat dari buah segar tanpa pengawet ini tetap lestari. Kini usaha Es Krim Tjanang dipegang oleh generasi kedua bernama Yenie Lie.
Keluarga Presiden
Menariknya, Es Krim Tjanang menjadi langganan keluarga Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno. Bahkan tokoh Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia ini sempat mempromosikan es krim tersebut ke seluruh anggota kontingen ajang kompetisi olahraga Ganefo (Games Of The New Emerging Forces) pada tahun 1963.

Bila berjalan santai menikmati suasana gedung dan tempat bersejarah di sepanjang jalan Cikini Raya, tentu tidak ada salahnya untuk mampir ke Es Krim Tjanang sambil bernostalgia dengan berbagai sajian aneka es krim rasa tempo dulu. (Daniel Siahaan).
Be the first to comment