Lodian Sandi S, Konsultan Pelajaran Matematika: Rela Resign Kerja demi Dampingi Anak Belajar

JAKARTA,SpiritPerantau.com II MEMILIKI posisi dan jabatan penting dalam sebuah perusahaan, tentu menjadi dambaan setiap orang. Namun kesempatan itu harus hilang demi mewujudkan impian tertentu.

Inilah yang dirasakan oleh pria bernama lengkap Lodian Sandi S. Demi  mewujudkan impian kedua anaknya Noufal dan Naula Lodian agar bisa berkuliah di perguruan tinggi negeri, ia rela keluar dari PT Axxa Finacial  Indonesia dengan jabatan terakhir sebagai Agency Director, hanya untuk fokus mendampingi kedua buah hatinya dalam urusan pelajaran sekolah.

Ketika itu, Noufal putra sulungnya yang masih duduk di bangku kelas 12 SMA ini mengalami kesulitan dalam belajar. Hampir semua mata pelajaran memiliki nilai rendah, khususnya di pelajaran matematika.

Melihat anaknya sulit belajar, pria perantauan asal Kota Jambi ini tidak lantas tinggal diam. Lodi pun mulai mencari akar permasalahan kenapa Noufal sulit memahami setiap mata pelajaran. Cara yang ditempuh dengan berbicara dari hati-ke hati dengan anaknya tersebut.

”Saya ingin mendengarkan anak saya. Dan anak saya ketika melihat perubahan dari bapaknya, akhirnya jadi terbuka untuk mengungkapkan semua permasalahannya mengenai kesulitan dalam belajar,” cerita Lodi.

Tidak hanya masalah pelajaran saja, dengan nada lembut Lodi pun mulai bertanya tentang cita-cita Nouval ke depan. Keinginannya untuk berkuliah di Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Teknologi Bandung sudah tidak terbendung lagi dalam diri putra sulungnya.

Berpacu dengan waktu, mengingat ujian semakin dekat. pria murah senyum ini langsung menyusun konsep dan metode pembelajarannya. Ia pun meminta komitmen  Noufal untuk belajar selama dua jam penuh dalam sehari.

Ketika Noufal pergi ke sekolah ia pun mulai mencoret-coret materi yang akan diajarkan sore atau malamnya.

Begitu seterusnya metode yang dilakukan  pria berdarah Bukit Tinggi ini bersama sang anak setiap hari hingga Noufal mengikuti ujian kelulusan sekolah SMA dan dinyatakan lulus.

Ketekunan dan metode yang diterapkan oleh Lodi, akhirnya membuahkan hasil.  Noufal lulus tes masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan berkuliah di ITB dengan jurusan DKV sesuai cita-citanya.

Tidak hanya itu saja, berkat kerja kerasnya Noufal terpilih salah  satu dari seratus mahasiswa yang mengikuti tes guna   mendapatkan beasiswa seratus persen hingga lulus kuliah.

Menulis buku

Tidak lagi bekerja karena mendampingi  sepenuh waktu anak belajar, tentu berdampak pada masalah perekonomian keluarga.

Untuk menghidupi kebutuhan hidup sehari-hari, pria yang pernah menjabat Asisten Vice President Mashil and Astra Group (Pasar Modal),  mulai menulis buku tentang metode pembelajaran matematika yang pernah ia coba dan terapkan ketika mengajar kepada kedua anaknya.

Bermodalkan kemampuanya dalam marketing, Lodi coba menawarkan buku karyanya yang berjudul Matrikulasi Matematika Asyik untuk dijadikan metode pelatihan  ke sekolah-sekolah,

“Ternyata tidak gampang. Saya butuh waktu dua tahun meyakinkan bahwa metode ini bisa menyelesaikan permasalahan pembelajaran matematika yang banyak terjadi di sekolah sekolah, “ kata Lodi

Setelah melalui proses yang cukup panjang, Lodi pun diberi kesempatan untuk memperkenalkan motede pembelajarannya di depan murid murid SDN 09 Pulomas, Jakarta Timur.

Metodenya pun berhasil  murid-murid di sekolah tersebut mampu mengerjakan soal-soal matematika yang Lodi berikan. Lantas  ia pun dipercaya untuk mengajar kepada para gurunya.

Tidak berhenti disitu saja, peraih Certified International Mathematics Expert (CIME) ini sering diundang oleh berbagai lembaga pendidikan dan sekolah, baik di dalam maupun luar pulau Jawa dengan motede Matematika Asyik ini.

Mengingat dirinya sering dipanggil untuk menjadi pembicara, Lodi menyewa sebuah ruko di bilangan Cibubur, Jakarta Timur  untuk menjadi tempat belajar matematika bagi para pelajar  dan melayani konsultasi guru atau orang tua guna memecahkan persoalan pelajaran ilmu  berhitung ini.

Ia sempat mendapatkan banyak murid les dan ingin mengembangkan sistem waralaba.

Namun nasib berkata lain,  akibat pandemic covid 19  yang menyebabkan banyak orang tua murid tidak lagi mengantarkan anaknya pergi  ke tempat les untuk belajar, membuat keinginan tersebut menjadi buyar.

“Semua bisnis les pelajaran banyak yang tutup, termasuk tempat les yang saya dirikan. Kini saya hanya memberikan les pendampingan pelajaran matematika dan konsultasi hanya di rumah saja,” kata pria yang akrab dipanggil PapaLodi ini.

Sejak duduk di sekolah dasar

Kecintaannya terhadap ilmu berhitung dimulai Lodi ketika masih duduk di bangku kelas tiga Sekolah Dasar (SD).

Mulanya pria pemilik Klinik Belajar Papalodi ini, sering mendapatkan nilai rendah dibidang studi matematika dikarenakan sifat sang  guru yang pada saat itu sangat galak.

“Saya dibantu karena ibu saya pengajar taman kanak-kanak. Ada seorang guru kelas empat SD yang mau meminta saya tidak pulang dulu untuk belajar matematika,” ungkapnya

Sebelum mengajar Pak Darmansyah, nama guru tersebut, mulai dengan perbincangan terlebih dahulu untuk mengetahui kesulitan seperti yang Lodi rasakan ketika belajar matematika. Pendekatan yang lembut ini menyebabkan ia mulai nyaman belajar dan  berhasil mengerjakan berbagai soal yang diberikan oleh gurunya.

Akhirnya Lodi pun naik kelas dengan nilai yang terbaik. Saking cintanya dengan matematika,  ia sering dipanggil menjadi wakil dari sekolahnya untuk mengikuti berbagai lomba cerdas cermat. (Daniel W Siahaan).

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*